Banyak orang mengira data science itu soal angka, grafik, dan kecerdasan buatan.
Padahal, di dunia nyata, data science justru sering dimulai dari kebingungan.
pakai AI
pakai coding
pakai rumus rumit
Tetapi dimulai dari memahami masalah kehidupan nyata.
tidak tertulis
tidak rapi
tidak disadari sebagai data
Di sinilah peran data science dimulai.
Masalah apa yang sedang terjadi?
Kenapa ini penting?
Kalau masalah ini selesai, dampaknya apa?
Contoh:
Fakta apa yang sebenarnya terjadi?
Kebiasaan apa yang berulang setiap hari?
Kapan kondisi paling baik dan paling buruk?
Walaupun belum ada catatan, cerita dan pengalaman sudah termasuk pemahaman awal data.
buku tulis
catatan di HP
Google Form
WhatsApp
Yang dicatat pun tidak banyak, misalnya:
tanggal
jumlah
kejadian penting
Sedikit tapi konsisten jauh lebih berharga.
Kapan paling sering terjadi?
Apa yang sering berulang?
Kondisi apa yang selalu muncul sebelum masalah terjadi?
Ini bukan sulap.\
Ini hanya melihat kebiasaan yang berulang.
Masuk akal atau tidak?
Bisa dipakai ambil keputusan atau tidak?
Kalau tidak masuk akal, tidak apa-apa.
Artinya kita belajar, lalu memperbaiki cara mencatat atau memahami masalah.
ubah kebiasaan
perbaiki jadwal
atur ulang strategi
Kalau berhasil, lanjutkan.
Kalau belum, ulangi lagi dari awal.
terlalu cepat ingin pakai AI
terlalu fokus ke tools
lupa bahwa manusia adalah sumber data utama
Padahal:
Datanya belum ada.
Kami tidak pernah mencatat.
Selama ini jalan saja.Kalimat-kalimat ini sangat umum terdengar, terutama dari UMKM, sekolah, masjid, kampung, hingga organisasi kecil. Dan itu bukan kesalahan.
Data Science Itu Sebenarnya Apa?
Secara sederhana, data science adalah cara berpikir untuk mengambil keputusan berdasarkan fakta, bukan sekadar perasaan atau tebakan. Bukan langsung:Kenapa Tidak Semua Orang Punya Data?
Karena dalam kehidupan sehari-hari, orang sibuk menjalani aktivitas, bukan mencatatnya. Petani fokus ke sawah. Pedagang fokus jualan. Pengurus masjid fokus kegiatan. Mereka sebenarnya punya banyak informasi, tapi:Tahapan Data Science
Bayangkan data science seperti proses berpikir bertahap, bukan proses komputer.1. Memahami Masalah (Business Understanding)
Tahap ini hanya bertanya:“Kenapa donasi masjid menurun?”\
“Kenapa hasil panen tidak stabil?”Di tahap ini belum butuh data apa pun.
2. Memahami Kondisi Nyata (Data Understanding)
Kalau sudah tahu masalahnya, barulah kita bertanya:3. Mulai Mencatat Hal Sederhana (Data Preparation)
Karena data belum ada, maka langkah paling masuk akal adalah:mulai mencatat dari sekarang, secara sederhanaTidak perlu aplikasi mahal. Cukup:
4. Mencari Pola (Modeling)
Setelah data terkumpul beberapa minggu, barulah muncul pertanyaan seperti:5. Mengecek Masuk Akal atau Tidak (Evaluation)
Pola yang ditemukan perlu ditanya ulang:6. Dipraktikkan di Dunia Nyata (Deployment)
Tahap terakhir bukan laporan atau grafik, tapi tindakan nyata:Hal Penting yang Sering Disalahpahami
Banyak orang gagal memahami data science karena:Data science lebih banyak soal bertanya dengan benar, bukan menghitung dengan cepat.
Penutup
Data science bukan ilmu untuk orang pintar saja. Ia adalah cara berpikir yang rapi dan jujur terhadap kenyataan. Kalau hari ini belum punya data, itu bukan masalah. Masalahnya justru kalau tidak mau mulai mencatat dan memahami. Karena data science yang paling berguna adalah:yang membantu orang mengambil keputusan lebih baik dalam kehidupan nyata.


